Travelling ke Pantai Legon Pari

shares |


03 Maret 2020 - Tepat pada hari Jum'at, 28 Februari 2020 saya bersama pacar dan teman-temannya pergi ke Pantai Legon Pari di daerah Sukabumi. Saya berangkat dari rumah jam 22.00 WIB, dan cuss ke Sukabumi pada jam 00.00 WIB dikarenakan menjemput teman-teman dan berbelanja jajanan terlebih dahulu. Kami sengaja merencanakan untuk pergi pada malam hari dikarenakan mengantisipasi jalanan daerah Sukabumi yang macet. Kami sampai di Pelabuhan Ratu pada jam 02.30 WIB, mencari makan dahulu, dan melanjutkan kembali perjalanan ke pantai.

Jalanan yang dilalui sangat seram, tanjakan dan turunan yang curam. Banyak pohon-pohon di samping kiri-kanan jalan, dan hampir sama seperti hutan. Jalan yang dilalui sangat jarang penduduknya sehingga sulit jika kita ingin ke toilet, atau berhenti untuk beristirahat. Kami nyasar waktu itu karena tidak terdapat sinyal disana, sampai 3 kali bulak-balik melewati jalan yang sama. Kami semua sempat berputus asa dan memutuskan jika Pantai ini tidak ketemu, maka kami akan mengubah rencana pergi ke Pantai Sawarna. 

Akhirnya setelah berusaha mencari jalan kembali kami berhasil menemukan pantai tersebut. Jalan yang kami lalui sangat kecil, seperti gang kampung biasa pada umumnya. Bukan dijalan yang besar seperti ketika ingin ke tempat wisata pada umumnya. Gang ini tepat berada di samping SDN 01 Sawarna, itupun kalau benar karena saya lupa. Jalan yang dilalui hanya bisa untuk 1 mobil saja, tambah motor pun tidak bisa. Mobil hanya bisa ditaruh di pekarangan warga, selanjutnya kami berjalan sekitar 1km untuk bisa sampai di pantai itu.

Kami memutuskan untuk jalan kaki menuju pantai itu, terdapat ojek disana untuk memudahkan wisatawan yang ingin ke pantai, saya tidak tahu berapa tarifnya jika menggunakan sepeda motor. Jalanan yang kami lalui rata-rata tanjakan dan turunan, sehingga saran saya jika kondisi tubuh anda tidak fit sangat tidak dianjurkan untuk berjalan kaki dan bagi yang sudah berusia 30 keatas dan ada penyakit tertentu dipersilahkan untuk menyewa kendaraan motor disana.

Setibanya disana, kami duduk disaung-saung milik pedagang disana, dan enaknya pantai ini masih jarang diketahui oleh wisatawan. Bayangkan, hanya ada 2 rombongan saja yang ada di pantai itu termasuk rombongan kami. Airnya pun masih sangat jernih dan biru, lingkungan sekitar pun tidak ada sampah, dan termasuk kategori pantai yang bersih. Pedagang yang berjualan sangat ramah, saung yang kita tempati pun gratis. Kami hanya membeli makanan yang terdapat di warungnya. Makanan yang disediakan pun sangat murah. Indomie rebus/goreng+Telur hanya Rp. 10.000,-. Aqua dan minuman lainnya hanya Rp. 5.000,-. Saya sangat menyarankan untuk para Traveller yang kondisi ekonominya low, tapi ingin berlibur silahkan anda pergi ke Pantai ini.

Yang disayangkan dari pantai ini adalah sinyal yang tidak ada dan listrik yang masih terbatas karena hanya menggunakan Genset.


Related Posts

2 comments:

  1. Mantaps ka, saya juga pernah kesana ,dan pantai itu bagus dan memang masih sepi ,dan buat penginapan nya juga masih murah ,lanjutkan ka ����

    ReplyDelete