Travelling ke Pantai Legon Pari
| 6:59 PM |
03 Maret 2020 - Tepat pada hari Jum'at, 28
Februari 2020 saya bersama pacar dan teman-temannya pergi ke Pantai Legon Pari
di daerah Sukabumi. Saya berangkat dari rumah jam 22.00 WIB, dan cuss ke
Sukabumi pada jam 00.00 WIB dikarenakan menjemput teman-teman dan berbelanja jajanan terlebih dahulu. Kami sengaja
merencanakan untuk pergi pada malam hari dikarenakan mengantisipasi jalanan
daerah Sukabumi yang macet. Kami sampai di Pelabuhan Ratu pada jam 02.30 WIB,
mencari makan dahulu, dan melanjutkan kembali perjalanan ke pantai.
Jalanan yang dilalui
sangat seram, tanjakan dan turunan yang curam. Banyak pohon-pohon di samping
kiri-kanan jalan, dan hampir sama seperti hutan. Jalan yang dilalui sangat
jarang penduduknya sehingga sulit jika kita ingin ke toilet, atau berhenti
untuk beristirahat. Kami nyasar waktu itu karena tidak terdapat sinyal disana,
sampai 3 kali bulak-balik melewati jalan yang sama. Kami semua sempat berputus
asa dan memutuskan jika Pantai ini tidak ketemu, maka kami akan mengubah
rencana pergi ke Pantai Sawarna.
Akhirnya setelah berusaha
mencari jalan kembali kami berhasil menemukan pantai tersebut. Jalan yang kami
lalui sangat kecil, seperti gang kampung biasa pada umumnya. Bukan dijalan yang
besar seperti ketika ingin ke tempat wisata pada umumnya. Gang ini tepat berada
di samping SDN 01 Sawarna, itupun kalau benar karena saya lupa. Jalan yang
dilalui hanya bisa untuk 1 mobil saja, tambah motor pun tidak bisa. Mobil hanya
bisa ditaruh di pekarangan warga, selanjutnya kami berjalan sekitar 1km untuk
bisa sampai di pantai itu.
Kami memutuskan untuk jalan
kaki menuju pantai itu, terdapat ojek disana untuk memudahkan wisatawan yang
ingin ke pantai, saya tidak tahu berapa tarifnya jika menggunakan sepeda motor.
Jalanan yang kami lalui rata-rata tanjakan dan turunan, sehingga saran saya
jika kondisi tubuh anda tidak fit sangat tidak dianjurkan untuk berjalan kaki
dan bagi yang sudah berusia 30 keatas dan ada penyakit tertentu dipersilahkan
untuk menyewa kendaraan motor disana.
Setibanya disana, kami
duduk disaung-saung milik pedagang disana, dan enaknya pantai ini masih jarang
diketahui oleh wisatawan. Bayangkan, hanya ada 2 rombongan saja yang ada di
pantai itu termasuk rombongan kami. Airnya pun masih sangat jernih dan biru,
lingkungan sekitar pun tidak ada sampah, dan termasuk kategori pantai yang
bersih. Pedagang yang berjualan sangat ramah, saung yang kita tempati pun
gratis. Kami hanya membeli makanan yang terdapat di warungnya. Makanan yang
disediakan pun sangat murah. Indomie rebus/goreng+Telur hanya Rp. 10.000,-.
Aqua dan minuman lainnya hanya Rp. 5.000,-. Saya sangat menyarankan untuk para
Traveller yang kondisi ekonominya low, tapi ingin berlibur silahkan anda pergi
ke Pantai ini.
Yang disayangkan dari
pantai ini adalah sinyal yang tidak ada dan listrik yang masih terbatas karena
hanya menggunakan Genset.


Mantaps ka, saya juga pernah kesana ,dan pantai itu bagus dan memang masih sepi ,dan buat penginapan nya juga masih murah ,lanjutkan ka ����
ReplyDeleteWahh harus lanjutkan terus lahh😅
Delete